Nyadran ke Makam Sesepuh Desa

Sumber - Masyarakat Desa Sumber, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, masih melestarikan tradisi nyadran atau ziarah ke Makam Taruno Kusumo yang dipercaya sebagai sesepuh desa.

Nyadran adalah serangkaian upacara yang biasa dilakukan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, untuk menyambut Ramadan. Nyadran berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni sraddha yang berarti keyakinan. Dalam Bahasa Jawa, sadran juga diartikan sebagai Ruwah atau bulan Syakban.

Tradisi Nyadran umumnya dimulai dengan pembersihan makam secara bersama-sama, tabur bunga, dan diakhiri dengan pengajian atau kenduri selamatan. Meski zaman telah modern, tradisi ini masih bertahan di pedesaan Jawa Tengah, tak terkecuali di Desa Sumber.

Masyarakat Desa Sumber biasa menggelar tradisi nyadran setiap ruwah atau menjelang Ramadan. Warga mengadakan pengajian di Makam Taruno Kusumo. Tradisi nyadran tahun ini telah digelar pada 20 Ruwah atau Syakban lalu.

Selain membersihkan makam, warga juga diajak berdoa bersama untuk arwah leluhur dan keluarga yang dimakamkan di tempat itu. Warga juga diajak mendengarkan tausiah dari pemuka agama desa setempat.

Pemerintah Desa Sumber memilih Makam Taruno Kusumo sebagai lokasi penyelenggaraan tradisi nyadran merupakan salah satu makam terbesar di wilayah itu. Makam tokoh pendiri desa ini terletak di Dukuh Tari Kulon RT07/RW01.

Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di Desa Sumber, masyarakat di wilayah itu adalah keturunan Taruna Kusuma. Taruna adalah salah seorang prajurit Pangeran Diponegoro yanglari ke daerah itu saat peperangan melawan Belanda. Dia kemudian bermukim dan mengembangkan agama Islam hingga beranak cucu sampai sekarang.

Warga berharap kegiatan nyadran bisa membawa kedamaian dan keselamatan bagi mereka. Tradisi itu diharapkan dapat terus bertahan dan diwariskan kepada anak cucu mereka kelak.

Berita Terkini
Karnaval Tumbuhan Cinta Tanah Air
Selasa 17 Oktober 2017
Nyadran ke Makam Sesepuh Desa
Selasa 17 Oktober 2017
Gotong Royong Bangun Infrastruktur
Selasa 17 Oktober 2017